Blog Seputar Matakuliah Teknik Informatika

Metode Tahfidz Al Qur’an (Bagian ke-I)


Metode Tahfidz Al Qur’an

Tahfidz  Al Qur’an adalah kegiatan atau ibadah seorang hamba agar mereka menghafalkan apa yang sudah menjadi isi didalam Al Qur’an. Pembelajaran menghafal tidaklah sesulit dengan apa yang dibayangkan. Tergantung pembawaaannya, mau dibawa kepada beban atau dijadikan sebagai rutinis yang menjadikan tenang hidup. 

Terwujudnya Keashikan dalam menghafal al Qur’an dapat diwujudkan dengan metode yang dijelaskan penulis pada point – point dibawah ini, yang diantaranya yaitu :       
  •             Doa
Doa merupakan sebuah media penghantar keinginan seorang hamba kepada tuhannya, dalam berbagai kategori apapun. Semakin sering seorang hamba memohon, berdoa maka hal tersebut merupakan sebuah ibadah (Doa merupakan sebuah ibadah). Kemudahan seorang hamba dalam menghafal Al Qur’anpun juga harus melewati tahap doa terlebih dahulu, agar perjalanan dalam menghafalnya dimudahkan.
  • ·         Niat
Tahap keduapun tak lepas dari niat. Niat merupakan sebuah wujud hasrat dari seorang dalam melakukan segala sesuatu. Niat, tidaklah di ucapkan secara lisan, cukup dalam benak hati dan diri seseorang. Niatnya seorang hamba dalam menghafal AL Qur’an haruslah karena Alloh, agar hafalan dan pahala tetap dan terus terjaga. Namun berbeda dengan hamba yang menghafalkan Al Qur’an, karena wanita, harta ataupun tahta, maka cepat atau lambat, hafalan tersebut akan sirna dan terkikis oleh waktu.
  • ·         Memilih waktu dan tempat yang tepat
Waktu dan tempat sangatlah mempengaruhi seseorang dalam menghafal. Mood atau Perasaan seseorang yang tenang, akan memberikan dampak yang positif untuk keberlanjutan dalam aktifitasnya. Kebiasaan seorang pelajar tahfidz dalam menghafal Al Qur’anpun  tidaklah sesibuk yang dikiri. Mereka melakukan management waktu yang tepat untuk keberlangsungan dalam menghafal. 

Seperti halnya mengambil waktu setelah sholat 5 waktu yang dilaksanakan setelah dhikir kepada Alloh dan lain sebagainya.
  • ·         Jangan mengganti mushaf ketika menghafalan Al Qur'an
Mushaf yang digunakan dalam menghafal, akan benar – benar sangat mempengaruhi hafalan. Pada saat seorang melakukan hafalan, maka secara sadar mata yang digunakan untuk melihat akan memotret tulisan – tulisan yang ada pada mushaf dan akan diteruskan kedalam otak belakang dan tersimpan dalam ingatan seseorang.
  • ·         Menghafal Al Qur’an dengan keteraturan
Menghafal Al Qur’an tidaklah harus cepat dalam penguasaannya. Namun cukup lambat dan santai namun teratur itu lebih baik, dibandingkan cepat namun tidak terarah. Karena kecepatan seseorang dalam menghafal Al Qur’an malah ditakutkan akan menjadi beban dan masalah, yang nantinya berujung seseorang tersebut enggan untuk membaca atau menghafal dikarenakan kefuturan.

Mengingat kadar iman seseorang dalam mencintai Al Qur’anpun naik dan turun, maka cukuplah menghafal, sedikit ayat akan  tetapi istimror, atau terus berkelanjutan.
  • ·         Menghafal Al Qur’an membutuhkan target atau pencapaian
Target dalam menghafal Al Qur’an haruslah ada, agar seseorang yang menghafalmempunyai akhir dari sebuah pencapaian. Bisa menghafal 4 atau 5 ayat dalam sehari yang dilakukan selama sebulan. Jadi dalam sebulan, seorang yang menghafalpun sudah memiliki 112 ayat atau 140 ayat.

Semoga, artikel ini dapat menjadi gambaran atau metode yang baik dalam menghafal Al Qur’an. Atas perhatiannya kami ucapkan Jazaakumullohu khoir.

Tag : Islam
0 Komentar untuk "Metode Tahfidz Al Qur’an (Bagian ke-I)"

Back To Top